Bab 6 : Roller Coaster Sudut pandang : Mine Aku tidak memberitahukan Miki soal Nami yang mengetestku, tapi aku hanya memikirkan kembali apa kata-kata Nami waktu itu, dan mengingat-ingat kembali tentang Miki yang memberikan perhatian kepadaku. Sekarang aku sadar kalau itu bentuk sayangnya kepadaku. Dan, aku juga sadar kalau aku sudah terjebak dalam palungan cinta dalam beberapa waktu lama ini. “Palung loh bukan lubuk ya! Dalem ya cinta nya” kata Nami Aku membalasnya dengan ketawa. Ya, aku mulai cerita tentang perasaanku kepada Nami. Nami memberikan wajah puas, karena aku mulai terbuka, dan misi nya sebentar lagi selesai. “Sekarang lu tau menurut lu cinta itu apa?” tanyanya. “Hmm, mungkin kayak roller coaster, adem banyak angin, memacu adrenalin, bikin jantung tuh berdetak kenceng gitu, tapi ada sesi tenangnya” balasku. “Hahaha, boleh lah boleh, tapi emang lu udah pernah naik roller coaster ? kayaknya lu pernah bilang belom pernah deh ya ?” tanyanya heran. ...